Sejarah Desa Selo
Cikal bakal Desa/Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ternyata ada sejarah panjang. Wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Selo dulu terbagi menjadi empat daerah terpisah, empat daerah itu adalah Sepandan Etan, Sepandan Kulon, Senet, dan Selo Duwur.
Seiring berjalannya waktu, keempat pemimpin daerah tersebut bermusyawarah dan bersepakat untuk menyatukan wilayah mereka dalam satu kademangan. Kesepakatan itu terjadi pada tahun 1923, dan menjadi titik awal lahirnya Desa Selo. Dari hasil musyawarah tersebut, terpilihlah Mbah Sastro Sudarmo, pemimpin dari daerah Senet, sebagai demang pertama Desa Selo.
Ia dikenal sebagai sosok yang bijaksana sehingga proses pemilihan berjalan lancar tanpa perselisihan. Nama “Selo” sendiri berasal dari letak geografis desa yang berada di sela-sela Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Sejak dipimpin oleh Sastro Sudarmo sebagai demang, Desa Selo berkembang menjadi satu kesatuan wilayah yang lebih kuat. Meski begitu, sistem pemilihan kepala desa secara demokratis baru dimulai puluhan tahun kemudian. Pada 1980-an, masyarakat Desa Selo menggelar pemilihan kepala desa pertama.